Bayangkan harus mengambil air wudu dengan kucuran yang sangat kecil, atau bahkan harus menahan dahaga dan menunda bersuci karena sumur di pesantren mengering. Inilah realitas pahit yang dirasakan oleh ratusan santri penghafal Al-Qur'an setiap harinYa.
Di sudut Jatimelati, Bekasi, ada ratusan lantunan ayat suci yang tak pernah berhenti bergema setiap harinya. Namun di balik semangat belajar para penghafal Al-Qur'an ini, ada fasilitas yang kini sangat membutuhkan uluran tangan kita.
Bayangkan harus berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari, menapaki tebing curam dan jalanan berbatu yang terjal, hanya untuk membawa pulang 4 sampai 5 liter air.
Jutaan saudara kita di Gaza Utara terus bertahan hidup. Setiap hari adalah perjuangan mencari seteguk air bersih, sepotong roti, atau sekadar tempat berteduh dari dinginnya malam.